deru nafasnya kini terasa
rasa amarahnya telah tertumpah
gelora bimbang melanda
sang alam tak mampu lagi tertawa
hatinya telah tercemar
rindangnya pohon tinggal cerita
segarnya udara pagi seperti fatamorgana
inikah akhir semuanya
haruskah seperti ini
atau mungkin....
entahlah pena-ku tak mampu lagi menjawabnya
Kamis, 13 November 2008
Rabu, 12 November 2008
Masihkah Aku Pantas
Aku menentang Tuhanku,
melanggar perintah-perintah-Nya terang-terangan,
sementara Ia mengawasiku setiap saat.
Rabu, 22 Oktober 2008
Hadir Kembali
Sekian lama tak terdengar
Tak berjumpa bahkan tak menyapa
Raut wajahmu pun tak bisa kulikis sempurna
Hanya sebuah nama yang masih dikepala
Hari ini, ditempat ini, bahkan disisiku
Kau hadir seakan menggoda otak ku
Untuk memutar ingatan tentangmu
Seluruh saraf dikepala berusaha keras bekerja
Hingga akhirnya nama mu muncul
Walau terasa lelah namun aku terpana
Kehadiran mu sungguh tak dapat kuduga
Walaupun seandainya tertulis dalam catatan jaya baya
Masih sulit untuk ku percaya
Tapi hari ini ku harus mengakuinya
Kau hadir kembali saat ini
Namun satu tanya dalam hati
Masihkah kau mau mengulang lagi
Kisah yang pernah terhenti
Saat jarak mengambil alih kisah kita
Masihkah kau tetap disini ??
Tak berjumpa bahkan tak menyapa
Raut wajahmu pun tak bisa kulikis sempurna
Hanya sebuah nama yang masih dikepala
Hari ini, ditempat ini, bahkan disisiku
Kau hadir seakan menggoda otak ku
Untuk memutar ingatan tentangmu
Seluruh saraf dikepala berusaha keras bekerja
Hingga akhirnya nama mu muncul
Walau terasa lelah namun aku terpana
Kehadiran mu sungguh tak dapat kuduga
Walaupun seandainya tertulis dalam catatan jaya baya
Masih sulit untuk ku percaya
Tapi hari ini ku harus mengakuinya
Kau hadir kembali saat ini
Namun satu tanya dalam hati
Masihkah kau mau mengulang lagi
Kisah yang pernah terhenti
Saat jarak mengambil alih kisah kita
Masihkah kau tetap disini ??
Rabu, 24 September 2008
Hilang tanpa dia
dia.......
namanya tak bisa lepas dari ku
selalu terbayang seiring cahaya mentari
namun kadang ku tak kuasa melihatnya
masih tentang dia......
lurus rambutnya, hangat tawanya
sangat mudah kukenali
tapi tak jarang ku sembunyi darinya
aku masih memikirkan dia......
tatapan matanya sumber kekuatan ku
canda dan sentuhannya adalah hidup ku
tapi ku makin sembunyi karenanya
hmmm......
aku mulai berhenti dengan dia
dan mulai rebahkan tubuh ini
coba hilangkan namanya
sampai ku mulai sadar
kini tanganku tak bisa lagi bergerak
mataku mulai berat untuk ku angkat
aku sadar
aku hilang.....
tanpa dia
namanya tak bisa lepas dari ku
selalu terbayang seiring cahaya mentari
namun kadang ku tak kuasa melihatnya
masih tentang dia......
lurus rambutnya, hangat tawanya
sangat mudah kukenali
tapi tak jarang ku sembunyi darinya
aku masih memikirkan dia......
tatapan matanya sumber kekuatan ku
canda dan sentuhannya adalah hidup ku
tapi ku makin sembunyi karenanya
hmmm......
aku mulai berhenti dengan dia
dan mulai rebahkan tubuh ini
coba hilangkan namanya
sampai ku mulai sadar
kini tanganku tak bisa lagi bergerak
mataku mulai berat untuk ku angkat
aku sadar
aku hilang.....
tanpa dia
Rabu, 17 September 2008
Tersadar lagi
berjalan ditengah kerahuan
mencoba berlari membawa kebimbangan
ketika tiba waktu berhenti
penyesalan menjadi pijakan
lelah namun tak dimengerti
marah namun tak berarti
ego mengisi separuh hati
tangis pun tak tertahan lagi
perlahan laju darah mulai berhenti
denyut nadi tak terdengar lagi
aku pun mulai hilang....ya, semakin hilang.........
aku tersadar dalam kehilangan....
cinta ku...
cinta ku telah hilang.....
benar-benar hilang.....
Jumat, 12 September 2008
Hil*#ng
untaian doa didalam sekalung tasbih
menuntun mencari jalan yang akan kutapaki
saatnya ku serahkan segalanya beban dipundak ini
mencoba merasa terlahir kembali
walaupun tau ku masih bersimbah dosa
tuntun aku
namun sebelum Kau tuntun
biarkan aku membuat jalan yang akan kulewati
maafkan aku jika Kau merasa tak berarti
karena tubuhku masih berisi aura duniawi
yang telah terkontaminasi oleh keringat para hamba-Mu
menuntun mencari jalan yang akan kutapaki
saatnya ku serahkan segalanya beban dipundak ini
mencoba merasa terlahir kembali
walaupun tau ku masih bersimbah dosa
tuntun aku
namun sebelum Kau tuntun
biarkan aku membuat jalan yang akan kulewati
maafkan aku jika Kau merasa tak berarti
karena tubuhku masih berisi aura duniawi
yang telah terkontaminasi oleh keringat para hamba-Mu
Kamis, 11 September 2008
Berakhir
kini ku akui ku telah lelah
hingga tak ada lagi nafasku
disinilah akhir langkah
dalam luluhkan hatimu
ku akui ku menyerah
walau bidadari datang membantuku
namun tetap ku pasrah
berjalan pulang tanpa mu
karena sekali lagi harus ku akui
tak semua cinta bisa ku miliki
hingga tak ada lagi nafasku
disinilah akhir langkah
dalam luluhkan hatimu
ku akui ku menyerah
walau bidadari datang membantuku
namun tetap ku pasrah
berjalan pulang tanpa mu
karena sekali lagi harus ku akui
tak semua cinta bisa ku miliki
aku hanya bisa menerima
walau kisah ini pernah ku tulis
walau kisah ini pernah ku tulis
untuk menjadi cerita bagi anak kita
seperti para manusia biasa
yang selalu berharap
cintanya ada disana
tertulis dalam kitab cinta di surga
seperti para manusia biasa
yang selalu berharap
cintanya ada disana
tertulis dalam kitab cinta di surga
Langganan:
Postingan (Atom)

