jika cinta dipadukan dengan sebuah logika atau hormon yang melekat pada manusia maka yang tercipta pasti perasaan yang sanggup pengaruhi sistem syaraf ditubuh kitanamun bayangkan jika sebuah cinta menyentuh bagian terdalam dari diri bukan saraf, hormon atau logika sentuhannya pasti menyatu dalam nafas dan yang kita keluarkan dan tanpa sadar kita terus selalu dan tak bosan terus menerus menghirupnya kembali

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar