♦♦It is really having happiness man is trusting in its heart than which more trusting its eyesight♦♦ Sungguh bersukacitalah manusia yang percaya pada hatinya daripada yang lebih mempercayai penglihatannya♦♦
Φ S e l a m a t D a t a n g Φ

Jumat, 16 September 2011

Telan Jika Suka

hah.. percuma
ketika benih kecurangan sempat muncul
berkompetisi dimanapun tak perlu bangga

sesaat memang tidak berniat
namun celanamu semakin ketat
terjebak dalam surga kecurangan

saudaraku...
tak perlu lidahmu mendahului pikiranmu
sebab ini tentang siklus yg dinamakan kehidupan

Kamis, 15 September 2011

lirih

pahit dan ragu
setiap kesempatan membujukmu
beban seakan tak jumpa disana

tanpa disadari
beban yang muncul dalam pundakmu
adalah buah pemikiranmu sendiri

hingga kadang kau menyesal
apa guna segala pengetahuan
dan kepandaian yang dianugrahiNya

Senin, 19 April 2010

aku dan malam [masih lelaki dan hujan]

aku bertatap muka dengan malam
kami bercengkrama begitu hangat
sehingga tanpa sadar mengacuhkan dinginnya udara saat itu
banyak cerita terungkap
seluruh rahasia kami berdua

namun satu pernyataan ku yang sulit dijawabnya yaitu saat aku berkata
"kedewasaan seorang pria adalah saat dengan sadar dia sudah meneteskan air mata karena cinta"
sang malam hanya tersenyum..ya dia tersenyum
dengan senyuman yang menggambarkan kegundahan dari kata kata ku

Selasa, 30 Maret 2010

[Lelaki dan Hujan]

tak perlu beralibi mencari keindahan..
karena keindahan itu ada didalam kelopak mata mu..
kini semua terserah pada mu,.
bagaimana kau akan mengeluarkan dan menunjukan keindahan itu pada sekitar mu..

Rabu, 05 Agustus 2009

Hiduplah Dengan Wajar...


dari sini aku mencoba menjelajah arti...
duduk memandang keluar jendela..
mengamati langit yang tampak cerah oleh rembulan..
sinarnya memang tak seterang mentari..
tapi cukup untuk hiasi gelapnya malam..
nadi berdenyut seiring detakan jantung..
masih belum ku temukan jawaban..
hidup memang seperti itu..
segumpal asap yang keluar dari rokok ku seperti berbisik..
"sikapilah semua dengan wajar..!!" katanya..
saat kau ingin mengejar, berlarilah..
saat kau lelah, istirahatlah..
saat kau muak, berhentilah..
mungkin itu satu ungkapan yang mudah kita lantunkan..
namun malam ini maknanya sudah ku dapatkan..

Selasa, 17 Februari 2009

Bukan Akhirnya

pantai labuhan untuk mimpi
kini sedikit tapi seiring waktu mulai berubah
jalan panjang dipagari pohon kelapa
sedikit lirih melihat ujung jalannya tak lagi sama
kapal tongkang milik sang nelayan
tak lagi senyaring dulu
kini berganti suara riuh dan tawa
para pemilik penginapan
sedangkan aku
aku hanya bisa sedikit berbagi
dengan sisa pasir putih yang kurasa sedikit memutih
uhh...
sekali ini saja...
ya mungkin cukup ini untuk terakhir....

Sabtu, 17 Januari 2009

Damai kini dicari

Tangisan memcoba menarik perhatian dunia
Dentum suara meriam membelah meja makan sebuah keluarga
Pasukan berseragam bergerak cepat jalankan komando
Disatu sisi seorang ayah coba bangunkan putranya yang bersimbah darah
Api kemarahan seakan menjadi nafas setiap orang
Memburu musuh tanpa tau siapa yang bersalah
Kepentingan itu korbankan ribuan nyawa
Siang dan malam tanah pun terus menangis
Iringi sesosok tubuh yang siap bersemayam didalamnya
Kini semua mencarinya, kini semua menantikan kehadirannya
Dari berbagai penjuru dunia, tanpa berdiri diatas keyakinan ataupun bahasanya
Semua itu hanya untuk serukan sebuah kata "DAMAI" datanglah saat ini

Minggu, 21 Desember 2008

Nafas Hidup

membawaku senantiasa
tanpa lelah selam di rahimmu
mengajariku dengan setia
saat aku mulai bisa berbicara
menuntunku setiap ku melangkah
hingga diri ini beranjak dewasa
kau berikan kepercayaan
ketika ku coba tentukan arah
mulia adalah nama mu
penuh kasih adalah bahasa mu
sempurna adalah rupa mu
biarkan kata-kata itu ku berikan pada mu
sebelum tertuju bagi Tuhan ku
ibu...
jangan lepaskan nama ku dari doa mu
jangan teteskan lagi air mata untuk ku
ibu...
biarkan kini aku yang menjaga mu
ibu...
takkan ku relakan lagi
keluh-kesah keluar dari ucapan mu
kini tugas ku membahagiakan mu..

teruntuk ibu yang selalu dihati ku

Sabtu, 06 Desember 2008

jeda

........................................
.........................
..........
.......................................
..............................
...................
..................................................
......................................
tanpa kata

Rabu, 03 Desember 2008

terserah

perasaan cinta itu dimulai dari mata,
sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.
jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang,
cukup dengan menutup telinga.
tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai,
cinta itu berubah menjadi tetesan air mata,
dan terus tinggal dihatimu,
dalam jarak waktu yang cukup lama.,

Kamis, 13 November 2008

Masihkah Kita Bersahabat??

deru nafasnya kini terasa
rasa amarahnya telah tertumpah
gelora bimbang melanda
sang alam tak mampu lagi tertawa
hatinya telah tercemar
rindangnya pohon tinggal cerita
segarnya udara pagi seperti fatamorgana
inikah akhir semuanya
haruskah seperti ini
atau mungkin....
entahlah pena-ku tak mampu lagi menjawabnya

Rabu, 12 November 2008

Masihkah Aku Pantas

Aku menentang Tuhanku,
melanggar perintah-perintah-Nya terang-terangan,
sementara Ia mengawasiku setiap saat.

Rabu, 22 Oktober 2008

Hadir Kembali

Sekian lama tak terdengar
Tak berjumpa bahkan tak menyapa
Raut wajahmu pun tak bisa kulikis sempurna
Hanya sebuah nama yang masih dikepala
Hari ini, ditempat ini, bahkan disisiku
Kau hadir seakan menggoda otak ku
Untuk memutar ingatan tentangmu
Seluruh saraf dikepala berusaha keras bekerja
Hingga akhirnya nama mu muncul
Walau terasa lelah namun aku terpana
Kehadiran mu sungguh tak dapat kuduga
Walaupun seandainya tertulis dalam catatan jaya baya
Masih sulit untuk ku percaya
Tapi hari ini ku harus mengakuinya
Kau hadir kembali saat ini
Namun satu tanya dalam hati
Masihkah kau mau mengulang lagi
Kisah yang pernah terhenti
Saat jarak mengambil alih kisah kita
Masihkah kau tetap disini ??

Rabu, 24 September 2008

Hilang tanpa dia

dia.......
namanya tak bisa lepas dari ku
selalu terbayang seiring cahaya mentari
namun kadang ku tak kuasa melihatnya
masih tentang dia......
lurus rambutnya, hangat tawanya
sangat mudah kukenali
tapi tak jarang ku sembunyi darinya
aku masih memikirkan dia......
tatapan matanya sumber kekuatan ku
canda dan sentuhannya adalah hidup ku
tapi ku makin sembunyi karenanya
hmmm......
aku mulai berhenti dengan dia
dan mulai rebahkan tubuh ini
coba hilangkan namanya
sampai ku mulai sadar
kini tanganku tak bisa lagi bergerak
mataku mulai berat untuk ku angkat
aku sadar
aku hilang.....
tanpa dia

Rabu, 17 September 2008

Tersadar lagi

berjalan ditengah kerahuan
mencoba berlari membawa kebimbangan
ketika tiba waktu berhenti
penyesalan menjadi pijakan
lelah namun tak dimengerti
marah namun tak berarti
ego mengisi separuh hati
tangis pun tak tertahan lagi
perlahan laju darah mulai berhenti
denyut nadi tak terdengar lagi
aku pun mulai hilang....ya, semakin hilang.........
aku tersadar dalam kehilangan....
cinta ku...
cinta ku telah hilang.....
benar-benar hilang.....

Jumat, 12 September 2008

Hil*#ng

untaian doa didalam sekalung tasbih
menuntun mencari jalan yang akan kutapaki
saatnya ku serahkan segalanya beban dipundak ini
mencoba merasa terlahir kembali
walaupun tau ku masih bersimbah dosa
tuntun aku
namun sebelum Kau tuntun
biarkan aku membuat jalan yang akan kulewati
maafkan aku jika Kau merasa tak berarti
karena tubuhku masih berisi aura duniawi
yang telah terkontaminasi oleh keringat para hamba-Mu

Kamis, 11 September 2008

Berakhir

kini ku akui ku telah lelah
hingga tak ada lagi nafasku
disinilah akhir langkah
dalam luluhkan hatimu
ku akui ku menyerah
walau bidadari datang membantuku
namun tetap ku pasrah
berjalan pulang tanpa mu
karena sekali lagi harus ku akui
tak semua cinta bisa ku miliki
aku hanya bisa menerima
walau kisah ini pernah ku tulis
untuk menjadi cerita bagi anak kita
seperti para manusia biasa
yang selalu berharap
cintanya ada disana
tertulis dalam kitab cinta di surga

Sabtu, 06 September 2008

Tersadar

pagi ini aku menatap segumpal awan
diatas gulungan ombak mencoba satukan ego
yang lama tersimpan dalam kepala
hanya aku terduduk menatap luas alam di depan mata berusaha lemparkan ego ku kedalam gumpalan awan
berharap gulungan ombak membawa kemunafikan ku karena aku tersadar dan yakin benar
yang aku perlu saat ini hanya air mata
yang aku perlu bukan suatu pengakuan
bukan suatu kegagahan
atau juga suatu penghormatan
aku hanya butuh satu hanya satu dan satu saja
aku butuh
kerendahan hati
ya aku sangat ingin memiliki kerendahan hati

Senin, 01 September 2008

Rintihan Bumi

luas pandangan lurus menatap padang yang subur
tiada batasan hingga lelah mata menatap
disekitar kicau burung terus alunkan semua pujian untuk alam
terhanyut raga ini tak sadar dibawanya terbang
coba buka mata kembali dalam alam sadar
penuh sesak manusia yang mencoba tawarkan hal termanis
kini disekitar tak lagi diliputi nyanyian untuk alam
hanya bualan mimipi yang tak mungkin pernah tercapai
pernahkah kita sadari atau hanya coba peduli
alam ini selalu menangis disela tawa kita
tetap menangis saat kita terhanyut dalam sunyinya malam
kulitnya kini tak lagi halus
bisul besar nan tinggi berdiri tegak diatasnya
wajahnya kini hitam karena buangan dari kendaraan kita
tapi kita tak pernah mau melihat atau mendengar tangisnya
memang tak mudah merubah semua itu
tak mungkin memang
tapi aku disini ingin mencoba
memberi tahu mu tentang tangisan nya
meski mungkin kau lebih tau dari aku
tapi aku disini ingin coba menghibur dirinya
rawatlah bumi ini untuk anak kita
mungkinkah cucu kita masih bisa mendengar kicau burung
seperti yang kita dengar sekarang?
ku selalu berharap hal itu pasti bisa
Ku Berharap Bumi Tempat Tinggal Ku
Menjadi Tempat Tinggal Cucu dan Semua Keturunan Ku

Sabtu, 30 Agustus 2008

Jenuh

bayangan melayang disudut tikar duduk bersila
sambil sesekali menghisap sebatang rokok yang baru ku nyalakan
asap keluar seiring hayalan yang ikut terbang
pikiran mencoba membunuh sosok dalam raga
hidup dalam sebuah keadaan dimana kau bukan apa-apa
saat kau pandang sekitar
angin pun tak mau menyentuhmu
saat kau pejamkan mata
sang mimpi pun enggan mendekat
kini hanya kaki dan pikiran yang ada
hanya mereka yang masih mencoba setia
menunggu perintah dari mu
dan dunia pun jadi tak lagi kau ingini
sebuah kepekaan tak berarti lagi
bekal yang tersisa hanya dilema
dilema yang kau buat seakan kau ingin cepat melewatinya
namun keyakinan tak cukup mewujudkannya
meski keringat deras kau curahkan
meski kata lelah tak putus kau ungkapkan
yakinlah semua tak ada artinya
kau hanya bisa mengikutinya
dan berhentilah bermimpi untuk merubahnya
karena aku pun masih terjebak didalamnya
didalam perasaan yang Tuhan anugerahkan pada kita
yaitu rasa jenuh akan segalanya
mungkin ada satu kata bijak yang menjawabnya
jalani saja